Hampir setiap orang mengingat tanggal 22 Desember. Tahun ini (2010) tanggal 22 Desember yang biasanya dikenal dengan Hari Ibu jatuh pada hari Rabu. Biasanya di Hari Ibu ini banyak anak, baik cowok ataupun cewek memberi hadiah kepada Ibu, Mama, Bunda, dan sebutan yang lainnya. Hadiahnya bermacam-macam, ada yang hanya sekedar membuat Bait-bait Puisi, dan bahkan ada juga yang memberi Perhiasan.
Pada tahun ini, aku untuk pertama kalinya memberi hadiah di Hari Ibu. Yah...walau hanya Sebuah foto mama dan papa berukuran 5R beserta bingkai kayu dan sebuah dompet. Hadiah ini tak berarti apa-apa bagiku dibanding dengan pengorbanan orang tua kita, tertutama mama. Ibu yang sudah mengandung kita selama 9 bulan. Butuh waktu yang lama untuk mengandung kita. Banyak pengorbanan untuk menjaga kita agar tetap selamat sampai nanti kita dilahirkan. Bukan hanya pengorbanan untuk mengandung, tapi pada saat untuk melahirkan kita. Ibu kita mempertaruhkan nyawanya hanya demi kita yang akan dilahirkan. Bahkan ada juga yang rela mati untuk menyelamatkan bayinya. Sebegitu besarnya jasa pengorbanan nyawa ibu.
Tidak hanya sampai di situ pengorbanannya untuk kita. Setelah melahirkan kita dengan selamat, ibu kita menyusui kita, mengajarkan kita untuk memanggilnya mama,bunda,ibu,dan sebutan lainnya. Setelah itu banyak hal yang dilakukan untuk kita. Seperti menyuapi kita, mnegajarkan kita berjalan, rela bangun malam saat kita menangis. Wah.... sungguh besar jasa Ibu.
Hingga kita beranjak menjadi balita. Kita disekolahkan di Playgroup disana kita bermain-main, bersenang-senang. Sebuah awal dari sosialisasi. Selanjutnya kita memasuki kelas Nol kecil, kita diajarkan pengenalan huruf, angka, dan pelan-pelan cara membacanya. Lalu kita naik ke Nol Besar, kita mampu membaca tulisan. Dirumah,sang Ibu membantu kita belajar mengeja, dan membaca sampai akhirnya sekarang kita dapat membaca dengan cepat dan benar.
Tahap selanjutnya kita memasuki Sekolah Dasar. Kita belajar sesuai tingkatan kelas, mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Ibu tetap setia menemani kita belajar, mengajari kita ketika kita tidak tahu tentang pelajaran itu. Dengan sabar Ibu menjelaskan kepada kita. Sungguh mulia Ibu kita.
Sampai sekarang, aku remaja. Ibu selalu mengajarkan kita pada banyak hal. Seperti memarahi kita ketika kita sedang salah, dan memberi tahu yang benar agar kita tidak salah lagi.
Kadang aku nyesel pernah bentak mama, pernah marah-marah pada mama. Tapi, aku tahu, waktu itu aku lagi emosi. Pasti mama tahu, walau mama gak meneteskan air mata didepanku, aku tahu dibalik kekuataannya, beliau merasa apakah salah mendidik kita? Kadang kita senggan untuk meminta maaf pada mama. Mungkin ada yang minder, takut, malu, atau banyak sebab lainnya.
Beruntungnya aku masih punya kedua orang tua lengkap. Aku bersyukur masih mempunyai sesosok Ayah dan Ibu. Yang selalu mengajarkanku banyak hal, THANK's MOM....THANK's DAD...Thank's for anything that you give to me. I'm lucky have good parents, Especially you Mom....I will always love you....Love you so much...
Bagi kalian semua yang masih mempunyai orang tua lengkap. Jangan sia-siain mereka sebelum kalian menyesal di kemudian hari...Keep always parents. :) ok
HAPPY MOTHER'S DAY
Happy Mother's Day
Pengikut
About Me
Popular Posts
-
kemarin (02-04-2011) , kelas 9F dengan wali kelas Bapak Parjono Kamil D mendapat penghargaan lagi untuk ke dua kalinya. Kelas 9F atau akrab...

wah blogger girl nich sobat